Rabu, 30 Maret 2011

PHYLUM MOLLUSCA

Secara umum, Mollusca memiliki tubuh yang lunak dan tidak bersegmen (beruas-ruas) dan ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat (CaCO3). Selain itu, hewan ini juga memiliki bentuk tubuh yang simetri bilateral. Cangkang pada bagian tubuhnya ini berfungsi untuk melindungi organ dalam tubuh dan isi rongga perut. Diantara tubuh dan cangkangny terdapat mantel. Mantel tersebut mengelilingi rongga mantel yang berfungsi untuk melindungi insang atau paru-paru (jika ada). Pada bagian permukaan mantelnya berfungsi untuk membantu pertukaran gas. Hewan Mollusca ini umumnya hidup tersebar di alam, ada yang hidup di laut, perairan air tawar maupun di darat, tetapi lebih banyak terdapat di lautan.
System peredaran darahnya merupakan system peredaran darah terbuka. System pernapasannya menggunakan insang (bagi hewan yang hidup di perairan) dan menggunakan paru-paru bagi yang hidup di darat. System sarafnya sederhana yaitu tersusun atas tiga pasang ganglion yang terdiri atas ganglion otak, ganglion alat dalam dan ganglion kaki. Alat pencernaannya terdiri atas mulut, esophagus, lambung, usus dan anus. System reproduksinya terjadi secara seksual, yang terjadi dengan fertilisasi internal.
B. Pengklasifikasian Mollusca
Berdasarkan alat gerak dan bentuknya, secara umum filum Mollusca dapat dibagi ke dalam tiga kelas utama, yaitu Gastropoda, Cephalopoda, Pelecypoda (Bivalvia).
1. Kelas Gastropoda
Gastropoda berasal dari kata yunani yaitu gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki, jadi Gastropoda merupakan hewan yang memiliki alat gerak berupa kaki perut yang terdapat pada bagian perut. Kaki tersebut merupakan perut yang tersusun atas otot yang sangat kuat dan dapat bergerak seperti gelombang. Diantara Mollusca, Gastropoda merupakan kelompok yang besar, baik yang hidup di air tawar, air laut maupun di darat. Pada waktu larva, tubuhnya berbentuk simetri bilateral, kemudian dalam perkembangannya mengalami pembelokan membentuk lingkaran sampai dewasa.
Tubuh hewan Gastropoda umumnya terbagi atas kepala, leher, kaki dan alat-alat dalam (visceral). Pada bagian kepala terdiri atas dua pasang tentakel, yang pada ujungnya terdapat mata, sedangkan pada hewan yang hidup di air hanya memiliki sapasang tentakel. Dibawah tentakel tersebut terdapat adanya rahang dari zat tantuk. Rahang ini menghadap kearah atas dan bawah yang berfungsi memotong makanan.
Selain itu, Gastropoda juga merupakan hewan yang bercangkang. Ada yang memiliki cangkang tunggal, cangkang ganda dan ada pula yang tidak memiliki cangkang. Bentuk cangkangnya bervariasi, ada yang berbentuk bulat, bulat panjang, bulat kasar atau bulat spiral. Cangkang umumnya spiral asimetri yang berfungsi untuk melindungi kaki, kepala dan organ tubuh bagian dalam. Contoh species dari filum ini antara lain : Bekicot (Achatina fulica), siput laut (Fissurella sp.), siput air tawar (Lymnaea javanica) dan masih ada jenis lainnya.
 Bekicot (Achatina fulica)
a. Karakteristik Umum
Bekicot (Achatina fulica) merupakan salah satu species dari kelas Gastropoda yang memiliki habitat di daratan. Tubuhnya terdiri atas kepala, leher dan masa jerohan. Pada bagian kepalanya terdapat dua macam tentakel, sepasang terdapat pada bagian depan yang lebih pendek dan mangandung saraf pencium, dan sepasang terletak dibelakangnya dengan ukuran yang lebih panjang dan terdapat terdapat mata. Pada tubuhnya, cangkang spiral membungkus masa jerohan (garis pertumbuhan), dimana pada bagian dalam cangkang tersebut terdapat lapisan tipis yang di kenal sebagai mantel yang berfungsi untuk menghasilkan cangkang.




b. Klasifikasi
Klasifikasi dari hewan ini adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Gastropoda
Ordo : Stylomtophora
Familia : Achatinidae
Genus : Achatina
Species : Achatina fulica
(Marshall, 1972: 693)
c. System Fisiologi
System pencernaan pada Bekicot termasuk dalam system pencernaan yang termasuk sempurna. Pencernaannya dimulai dari mulut, terus kef faring yang berotot. Pada bagian dorsal faring terdapat sebuah rahang dan pada bagian ventral terdapat adanya radula. Dari faring, selaknjutnya akan diteruskan ke esophagus, lambung, usus halus yang berkelok-kelok dan berakhir di anus.
Sabagai hewan darat, bekicot memiliki paru-paru yang disebut pulmonata. Paru-paru ini berupa jaringan pembuluh darah dan berada di sebelah luar dinding ruang mantel. Udara akan masuk dan keluar melalui porus-porus respiratorius. Selain itu, hewan ini juga memiliki sistem ekskresi, dimana ginjal akan menyaring kotoran dari ruang pericardial di sekitar jantung dan mengeluarkannya ke dalam ruang mantel. System saraf pada hewan ini terdiri atas saraf-saraf ganglion secara rapat berpasangan sebagai saraf serebral, saraf kaki dan saraf jeroan. Saraf-saraf dari ganglia ini akan dilanjutkan ke seluruh sistem organ.
2. Kelas Cephalopoda
Cephalopoda merupakan hewan yang mempunyai kaki/ alat gerak pada bagian kepalanya. Pergerakannya terjadi kearena hewan Cephalopoda dapat mengisap air masuk kedalam rongga mantel melalui sifon ke luar, dan digunakan sebagai alat pertahanan diri terhadap bahaya yang mengancam. Sebagian besar Cephalopoda organ berupa kantung tinta yang berisi cairan yang berwarna hitam dan dikeluarkan melalui anus.
Semua jenis Cephalopoda umumnya hidup di laut, dengan ukuran tubuh yang bervariasi dan tidak bercangkang, kecuali pada jenis Nautilus. Tubuh Cephalopoda meliputi kepala dengan sepang mata, dan juga tentakel. Tentakel pada Cephalopoda bberupa lengan yang berjumlah 8 pada Octupus atau berjumlah 10 pada jenis lain. Tentakel ini dilengkapi alat pengisap yang berfungsi untuk menangkap mangsa. Contoh species dari kelas Cephalopoda ini adalah : Cumi-cumi (Loligo pealii), Gurita (Octupus sp.) dan Nautilus.




 Cumi-cumi (Loligo pealii)
a. Karakteristik Umum
Bentuk tubuh dari hewan ini terdiri atas kepala yang terletak pada bagian atas ventral, leher yang pendek dan badan yang memiliki sirip pada tiap bagian sisinya. Pada bagian kepalanya terdapat mata yang berkembang sempurna, dan mulut yang dikelilingi empat pasang tangan dan sepasang tentakel. Pada bagian posteriornya terdapat sifon yang merupakan tempat keluar masuknya air dan juga memiliki alat pengisap pada bagian ujung tentakelnya.
b. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Cephalopoda
Ordo : Teuthoidea
Familia : Loliginidae
Genus : Loligo
Species : Loligo pealii
(Marshall, 1972: 704)




c. System Fisiologi
System saraf pada hewan ini telah berkembang dengan baik dan berpusat pada kepala yang menyerupai otak. Kelenjar kelamin terdapat pada bagian posterior tubuh, dan dapat dibedakan antara jantan dan betina, tetapi adapula yang hermafrodit.
Alat pencernaan pada hewan ini meliputi mulut yang dilengkapi dengan radula, aring berotot, esophagus, lambung, sekum, usus, rectum dan anus. Hewan ini juga memiliki kelenjar ludah yang bermuara pada faring, hati dan pancreas yang berhubungan dengan lambung. System respirasi dilakukan oleh sepasang insang yang berbentuk bulu unggas di bagian kanan dan kiri ruang mantel pada bagian ventral. System ekskresi pada hewan ini juga sudah berkembang dengan baik. Hewan ini memiliki sepasang ginjal yang ada di dekat pancreas dan hati. Sisa hasil metabolism akan diolah di dalam ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui anus.
3. Kelas Pelecypoda (Bivalvia)
Pelecypoda merupakan hewan berkaki pipih, karena memiliki bentuk tubuh yang pipih lateral. Kaki tersebut digunakan untuk meerayap dengan jalan mengisi atau mengosongkan sinus-sinus dalam kaki itu dengan darah. Insangnya tersusun atas lempeng-lempeng atau lamella sehingga disebut juga sebagai Lamellibranchiata. Selain itu, hewan ini juga memiliki cangkang yang terdiri atas dua bagian dan disebut Bivalvia. Penghubung antara cangkang satu dan cangkang yang lainnya berupa otot yang disebut otot aduktor. Pada bagian dorsal merupakan tempat persedian cangkang, dan dekat bagian anteriornya terdapat bagian yang menggelembung dan disebut sebagai umbo.
Hewan ini umumnya hidup di dalam laut, atau air tawar seperti kolam, rawa dan sungai, baik pada air yang mengalir maupun yang tergenang. Cangkang Cephalopoda ini tersusun atas tiga lapisan, yaitu lapisan Periostrakum yang disebut pula sebagai lapisan tanduk, lapisan prismatic yang berupa Kristal yang berbentuk prisma dan tebal dan lapisan nakreas yang diseut pula lapisan mutiara. Contoh Species dari kelas ini antara lain : Ketam (Anadonta sp.), Kerang air tawar (Anadonta woodina), tiram (Ostrea sp.) dan kerang air tawar (Cardium edule).
 Ketam (Anadonta sp.)
a. Karakteristik umum
Tubuh hewan ini terbungkus di dalam rumah ketam yang terdiri atas dua buah pengapit pada sebelah kanan dan kirinya terpaut pada sisi dorsal. Garis-garis pertumbuhan yang konsentris terdapat pada rumah Ketam, dan berpusat pada umbo yang merupakan bagian tertua dari rumah. Rumah Ketam ini dilapisi oleh membran tipis yang disebut mantel. Ruang antara keduanya disbut ruang mantel. Air yang masuk kedalam ruang mantel melalui sifon inkuren dan keluar melalui sifon ekskuren.



b. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Classis : Pelecypoda
Ordo : Eulamellibrnchia
Familia : Unionidae
Genus : Anadonta
Species : Anadonta sp.
(Jasin, 1984: 152)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar